[Kata Mutiara] 4 Tipe Teman

Baik di dunia maya atau di dunia nyata, setidaknya ada empat teman dengan berbagai karakternya:

1. Teman yang seperti makanan.
2. Teman yang seperti obat
3. Teman yang seperti penyakit
4. Teman yang seperti racun

Yang terbaik adalah teman yang seperti makanan. Yang terburuk tentu teman yang bak racun. Hati-hati berselancar di dunia maya atau di media sosial. Selektif dalam bersahabat apalagi dengan orang asing.

Selamat Hari Raya Jumat

[Ringkasan Khutbah Jumat] Adab Silaturrahim

Alhamdulillah Jumatan pertama [24/Agustus/2012] di bulan syawal khotibnya menyampaikan khutbah yang cukup menggungah. Meski materinya cuma “biasa-biasa saja” yaitu tentang silaturahim, tetapi ada beberapa hadist yang cukup menarik yang “asing ditelinga saya” heheh – namun sayangnya saya tidak sempat merekam khutbah tersebut sehingga hadist-hadistnya terlewat, biasanya saya begitu tahu siapa yang ceramah saya langsung merekam di hape Soner G502 jadul saya.

Oke deh berikut ringkasan, adab silaturahim

(1) Niat semata-mata karena Allah SWT : hal ini penting sekali karena saat ini – terutama saat idul fitri sudah menjadi tradisi untuk saling bersilaturahim tetapi ada banyak niat dan alasan bagi mereka yang silaturahim.

[Hmmm jadi ingat cerita seorang teman yang kepala kantornya “mewajibkan” anak buahnya datang ke rumahnya pada saat idul fitri – pada jadwal yang sudah ditentukan – kalo tidak datang pasti akan menjadi “catatan khusus” dan “dibahas” di rapat dinas di kantor. Mudah-mudahan orang semacam ini tidak banyak di negeri ini dan mudah-mudahan diberikan petunjuk oleh Allah SWT bahwa tindakannya itu telah banyak menyusahkan orang lain, minimal anak buahnya yang rumahnya jauh]

(2) Memulai dari yang PALING DEKAT kekerabatannya: secara harfiah silaturrahim itu maknanya: dari kata Shilah yang artinya: sampai, menyambung – dan Ar Rahim artinya: hubungan kekerabatan, yang asalnya adalah tempat tumbuhnya janin di dalam perut. [http://bit.ly/PiECi4] – nah oleh karenanya bagi yang punya kebiasaan mudik, maka yang perlu “dimudikin” adalah mereka yang punya kekerabatan terdekat (punya hubungan nasab paling dekat) – terlebih lagi kalau kedua orang tua masih hidup maka keduannyalah yang paling utama untuk “disilaturahim-i”.

(3) Menyambungkan hubungan kekerabatan yang putus: berdasarkan sebuah hadist dan beberapa hadist yang senada, bersilaturahim kepada saudara atau orang lain yang memutuskan tali persaudaraan pada kita nilai keutamannya lebih tinggi dari pada membalas kunjungan (silaturahim) dari saudara atau orang lain yang “tidak ada masalah” dengan kita. Hal ini mempunyai nilai lebih karena secara manusiawi menyambung silaturahim kepada yang memutuskan adalah lebih berat, tetapi inilah kewajiban agama.

(4) Jika Bersedekah, utamakan dulu dari yang terdekat kekerabatannya: dalam sebuah hadist yang kurang lebih artinya: “Mulailah (bersedekah) pada dirimu sendiri, keluargamu, kerabat dekatmu dan kemudian yang lain dan yang lainnya..”

Begitulah ringkasan kuthbah jumat pertama bulan syawal tahun 1433h yang saya dengar di Masjid As Salam komplek Baiduri Pandan Tlogomas Malang.

Alhamdulillah selain menyampaikan keutamaan dan adab silaturahim khotib juga mengajak jamaah untuk melaksanakan puasa syawal, dan sepulang dari mendengarkan khutbah itu anak saya yang ketiga Habib yang baru berumur 9 tahun meminta ikut puasa syawal dan hari ini sabtu (25/agustus/2012) dia puasa syawal yang pertama